Jakaku

Dalam kotak bergerak ini
Menuju kota tempat ilmu dihirup
Aku duduk disebelah jaka

Bukan ku mahu
Siapa anjur beli tiket waktu akhir?
Sudah tiada pilihan
Sudah tiada mintaan

Berbaju kelabu dan seluar biru tua
Segak tanpa kaca mata dan cacak rambut
Segaris senyum dihadiahi, malu
Mungkin juga rupa wajahnya begitu
Senyum selama sentiasa

Aku tak pandang lama,
selepas sekilas aku larikan
melepaskan luar tingkap kaca

Jaka punyai seri wajah
Mungkin kacuk Amarika
Matanya China
Hidungnya Indonesia
Bibirnya Malaysia
Jambangnya Arab
Cerah dan sederhana kilat
Persih dan sederhana lebat
kemas

Kalau dia tahu puisi ini perihalnya
Mungkin dia akan tersipu segan
Yang pasti, sesuku saat itu
Bisa aku ukir bait-bait ini

Bayangkan suatu hari kelak
Pasti berjuta puisi bisaku tulis
Saban hari.
Sambil merenung
Indah tenang
Raut senang
Jakaku

Ameen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s