Kasutnya

Namanya Aisyah
Usianya empat dua
Asalnya Naratiwat
Suaminya Ismail
Anaknya enam
Wajahnya tua
Rautnya redup
Azamnya gunung
Sabarnya langit
Kerjanya mulia
Kurungnya hijau
Langkanya lemah
Matanya letih
Tekaknya dahaga

Usahanya untuk sesuap nasi
terperah berbaldi keringat
peluh kering

Tak terbayang
Andai untuk sehari
ibuku berdiri dalam kasutnya

Jangan risau Makcik Aisyah
syurga itu penuh dengan orang miskin
berbahagialah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s